Pajak Pertambahan Nilai: Defisini, Subjek dan Objek Pajak PPN

Pajak Pertambahan Nilai: Defisini, Subjek dan Objek Pajak PPN

Pada kesempatan ini Ekonomi akan mengulas tentang "" dengan judul artikel "Pajak Pertambahan Nilai: Defisini, Subjek dan Objek Pajak PPN".

Tag :

Artikel Terkait Informasi Ahli Ekonomi Terbaru & Terlengkap

SmartPeople.ID - Jangan lupa membaca artikel sebelumnya, Anda bisa menemukan berbagai rekomendasi bisnis terbaik sesuai karakteristik dan hobi Anda di halaman > Rekomendasi Bisnis Terbaik dan Terlengkap.

Pajk Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak yang dikenakan terhadap penyerahan atau impor Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang dilakukan oleh Pengusaha Kena Pajak dan dapat dikenakan berkali-kali setiap ada pertambahan nilai dan dapat dikreditkan. 

Subjek Pajak dari Pajak Pertambahan Nilai

Subjek pajak PPN adalah Pengusaha Kena Pajak (PKP). Yang dimaksud dengan pengusaha adalah orang pribadi atau badan dalam bentuk apapun yang dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaannya menghasilkan barang, mengimpor atau mengekspor barang, melakukan usaha perdagangan, memanfaatkan barang tidak berwujud, melakukan usaha jasa atau memanfaatkan jasa dari luar daerah pabean. 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pengusaha Kena Pajak adalah pengusaha yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan/ atau Jasa Kena Pajak. 

Objek Pajak dari Pajak Pertambahan Nilai

1. Penyerahan Barang Kena Pajak di dalam pabean yang dilakukan dalam lingkungan perusahaaan atau pekerjaan oleh pengusaha.

2. Impor Barang Kena Pajak

3. Penyerahan Jasa Kena Pajak di dalam daerah pabean yang dilakukan dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaan oleh pengusaha

4. Pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dari luar daerah pabean di dalam daerah pabean

5. Pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar daerah pabean di dalam daerah pabean.

6. Ekspor Barang Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak.

7. Ekspor Barang Kena Pajak tidak berwujud oleh Pengusaha Kena Pajak

8. Ekspor Jasa Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak.

9. Kegiatan membangun sendiri yang dilakukan tidak di dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaan orang pribadi atau badan, baik yang hasilnya akan digunakan sendiri atau digunakan oleh pihak lain.

10. Penyerahan aset oleh Pengusaha Kena Pajak yang menurut tujuan semula aset tersebut tidak diperjualbelikan, sepanjang Pajak Pertambahan Nilai yang dibayar pada saat perolehannya menurut ketentuan dapat dikreditkan. 


Selain sebagai media informasi tentang analisis ilmu ekonomi, pembelajaran akuntansi, dan berita ekonomi di indonesia, AdiGunawan.NET juga memberikan berbagai panduan memulai bisnis saham, mungkin Anda tertarik untuk mulai perdagangan saham atau investasi saham, selengkapnya silahkan buka daftar isi panduan saham dibawah ini :


Keyword : Ahli Ekonomi, Perpajakan,

Untuk mendapat notifikasi artikel terbaru, masukkan e-mail anda disini :

Selanjutnya cek e-mail untuk verifikasi.
Tuliskan komentar anda dibawah ini.

Kategori Terpopuler

Artikel Terpopuler


Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar
Tanggapan dan Saran