Pelajaran Statistik: Analisis Uji Validitas dan Kegunaannya

Pelajaran Statistik: Analisis Uji Validitas dan Kegunaannya

Pada kesempatan ini Ekonomi akan mengulas tentang "" dengan judul artikel "Pelajaran Statistik: Analisis Uji Validitas dan Kegunaannya".

Tag :

Artikel Terkait Informasi Ahli Ekonomi Terbaru & Terlengkap

SmartPeople.ID - Jangan lupa membaca artikel sebelumnya, Anda bisa menemukan berbagai rekomendasi bisnis terbaik sesuai karakteristik dan hobi Anda di halaman > Rekomendasi Bisnis Terbaik dan Terlengkap.

Validitas adalah ketepatan atau kecermatan suatu instrumen dalam mengukur apa yang ingin dukur. Pengujian validitasdigunakan untuk mengukur sah/valid atau tidaknya butir kuesioner. Kuesioner dikatan valid jika butir pertanyaan kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur. 

Dalam pengujian instrumen pengumpulan data, validitas bisa dibedakan menjadi validitas faktor dan validitas item. Validitas faktor diukur bila item yang disusun menggunakan lebih dari satu faktor (antara faktor satu dengan yang lain ada kesamaan). Pengukuran validitas faktor ini dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor faktor (penjumlahan item dalam satu faktor) dengan skor total faktor (total keseluruhan faktor).

Sedangkan pengukuran validitas item dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor total item. Validitas item ditunjukkan dengan adanya korelasi atau dukungan terhadap item total (skor total), perhitungan dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor total item. 

Bila kita menggunakan lebih dari satu faktor berarti pengujian validitas item dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor faktor, kemudian dilanjutkan mengkorelasikan antara skor item dengan skor total faktor (penjumlahan dari beberapa faktor). 

Dari hasil perhitungan korelasi akan didapat suatu koefisien korelasi yang digunakan untuk mengukur tingkat validitas suatu item dan untuk menentukan apakah suatu item layak digunakan atau tidak. 

Dalam penentuan layak atau tidaknya suatu item yang akan digunakan, biasanya dilakukan uji signifikansi koefisien korelasi pada taraf signifikansi 5%, artinya suatu item dianggap valid jika berkorelasi signifikan terhadap skor total.

Pada program SPSS, teknik pengujian yang sering digunakan para peneliti untuk uji validitas adalah menggunakan korelasi Bivariate Pearson (Produk Momen Pearson). 

Bivariate Pearson

Analisis ini dilakukan dengan mengkorelasikan masing-masing skor item dengan skor total. Skor total adalah penjumlahan dari keseluruhan item. Item-item pertanyaan yang berkorelasi signifikan dengan skor total menunjukkan item-item tersebut mampu memberikan dukungan dalam mengungkap apa yang ingin diungkap.

Pengujian pada uji validitas Bivariate Peeason menggunakan uji dua sisi dengan taraf signifikansi 5%. Kriteria pengujian adalah sebagai berikut:

Ø  Jika r hitung ≥ r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05) àinstrumen atau item-item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan valid).
Ø  Jika r hitung < r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05) àinstrumen atau item-item pertanyaan tidak berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan tidak valid).


Oke, sekarang anda sudah mengerti mengenai apa itu uji validitas dan kegunaannya. Sekarang, kita masuk pada contoh soal uji validitas. Anda bisa praktik contoh soal uji validitas disini: Contoh Soal Uji Validitas + Analisis - Bagian I dan Contoh Soal Uji Validitas + Analisis - Bagian II. 


Selain sebagai media informasi tentang analisis ilmu ekonomi, pembelajaran akuntansi, dan berita ekonomi di indonesia, AdiGunawan.NET juga memberikan berbagai panduan memulai bisnis saham, mungkin Anda tertarik untuk mulai perdagangan saham atau investasi saham, selengkapnya silahkan buka daftar isi panduan saham dibawah ini :


Keyword : Ahli Ekonomi, Statistik,

Untuk mendapat notifikasi artikel terbaru, masukkan e-mail anda disini :

Selanjutnya cek e-mail untuk verifikasi.
Tuliskan komentar anda dibawah ini.

Kategori Terpopuler

Artikel Terpopuler


Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar
Tanggapan dan Saran