Pengertian Amortisasi dan Contoh Soal Amortisasi

Pengertian Amortisasi dan Contoh Soal Amortisasi

Pada kesempatan ini Ekonomi akan mengulas tentang "" dengan judul artikel "Pengertian Amortisasi dan Contoh Soal Amortisasi".

Tag :

Artikel Terkait Informasi Akuntansi Dasar Terbaru & Terlengkap

SmartPeople.ID - Jangan lupa membaca artikel sebelumnya, Anda bisa menemukan berbagai rekomendasi bisnis terbaik sesuai karakteristik dan hobi Anda di halaman > Rekomendasi Bisnis Terbaik dan Terlengkap.

Dalam dunia akuntansi, anda pasti sering mengenal istilah amortisasi. Amortisasi adalah istilah lain penyusutan untuk aset tidak berwujud. Saya pernah membahasnya disini: Pengertian Depresiasi, Amortisasi, Deplesi dan Contohnya.

Pengertian amortisasi adalah penyusutan yang terjadi pada aset tetap tidak berwujud, dengan cara membebankan aset tetap ke dalam pengurangan umur ekonomis, dan nilai tersebut akan menjadi biaya yang akan mengurangi pendapatan. 

Contoh aset tetap tidak berwujud adalah goodwill, hak cipta, hak paten, merk dagang dan lain-lain. Amortisasi juga dapat didefinisikan sebagai penurunan nilai penyusutan aset yang memiliki umur ekonomis jangka panjang. 

Amortisasi artinya penyusutan, ini artinya perusahaan yang menghapus aset tak berwujud melalui amortisasi (beban penyusutan) tersebut. Selain aset tetap tidak berwujud, perusahaan juga melakukan amortisasi terhadap nilai yang dibayar atas pembelian saham preferen dan obligasi. 

Tujuan perusahaan melakukan amortisasi adalah supaya nilai aset perusahaan dapat mencerminkan nilai penjualan kembali di dalam akun laporan keuangan, karena tidak ada nilai aset tetap yang memiliki manfaat ekonomis yang tetap. Semua aset tetap pasti mengalami penyusutan nilai, maka perlu dilakukan amortisasi.

Contoh Soal Amortisasi dan Jurnal Akuntansi Amortisasi 

PT Jayaindo memiliki hak paten mesin selama 5 tahun. PT Jayaindo mengeluarkan dana sebesar Rp100.000.000 untuk melakukan riset, development, pengembangan pada produk-produknya. Maka dari itu, PT Jayaindo harus melakukan amortisasi terhadap biaya pengembangan produk yang telah dikeluarkannya. Dalam hal ini, perusahaan harus mencatat Rp20.000.000 per tahun sealam 5 tahun sebagai biaya amortisasi. 

Angka Rp20.000.000 didapatkan dari Rp100.000.000 / 5 tahun. Sehingga, jurnal amortisasi harus dibuat dengan mendebet beban amortisasi dan mengkredit aset tak berwujud (hak paten) sebagai pengurangan dari nilai hak paten per tahun selama 5 tahun. Jurnalnya adalah sebagai berikut: 

Beban amortisasi aset tak berwujud ................... Rp20.000.000
       Aset tak berwujud ....................................................... Rp20.000.000

Demikianlah pengertian amortisasi dan contoh soal amortisasi. Jurnal amortisasi pada contoh diatas, wajib dibuat oleh perusahaan selama 5 tahun. Dan beban amortisasi akan mengurangi nilai laba rugi perusahaan, sedangkan nilai kredit pada aset tak berwujud akan mengurangi jumlah di laporan neraca / laporan posisi keuangan. 


Selain sebagai media informasi tentang analisis ilmu ekonomi, pembelajaran akuntansi, dan berita ekonomi di indonesia, AdiGunawan.NET juga memberikan berbagai panduan memulai bisnis saham, mungkin Anda tertarik untuk mulai perdagangan saham atau investasi saham, selengkapnya silahkan buka daftar isi panduan saham dibawah ini :


Keyword : Akuntansi Dasar, Akuntansi Keuangan,

Untuk mendapat notifikasi artikel terbaru, masukkan e-mail anda disini :

Selanjutnya cek e-mail untuk verifikasi.
Tuliskan komentar anda dibawah ini.

Kategori Terpopuler

Artikel Terpopuler


Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar
Tanggapan dan Saran