Pengertian dan Akuntansi Pendapatan Diterima Dimuka

Pengertian dan Akuntansi Pendapatan Diterima Dimuka

Pada kesempatan ini Ekonomi akan mengulas tentang "" dengan judul artikel "Pengertian dan Akuntansi Pendapatan Diterima Dimuka".

Tag :

Artikel Terkait Informasi Ahli Ekonomi Terbaru & Terlengkap

SmartPeople.ID - Jangan lupa membaca artikel sebelumnya, Anda bisa menemukan berbagai rekomendasi bisnis terbaik sesuai karakteristik dan hobi Anda di halaman > Rekomendasi Bisnis Terbaik dan Terlengkap.

Pengertian pendapatan diterima dimuka (prepaid income) adalah pendapatan yang telah diterima perusahaan, namun pendapatan tersebut belum sepenuhnya menjadi milik / hak perusahaan. Pendapatan disini dapat berupa pendapatan jasa maupun pendapatan dari hasil penjualan barang. 

Pendapatan diterima dimuka belum sepenuhnya menjadi hak perusahaan karena walaupun perusahaan sudah menerima uang, tetapi perusahaan belum memberikan pelayanan jasa atau penyediaan barang kepada pelanggan secara penuh dalam periode tersebut.

Contoh transaksi pendapatan diterima dimuka: 

Pak Abi menyewakan rumah. Kemudian pada Bulan Agustus 2019 ada calon penyewa yang menyewa rumah tersebut untuk masa sewa satu tahun, dengan biaya sewa kontrak rumah sebesar Rp150 juta. Itu artinya, Pak Abi telah menerima pendapatan diterima dimuka sebesar Rp150 juta untuk satu tahun terhitung sejak Bulan Agustus 2019 - Agustus 2019.

Akan tetapi, hingga tutup periode 31 Desember 2019, uang yang benar2 menjadi pendapatan Pak Abi adalah sebesar Rp62,5 juta saja, karena calon penyewa yang mengontrak / menyewa rumah tersebut, baru menempat rumah tersebut selama 5 bulan (Agustus 2019 - Desember 2019). 

Namun Pada Bulan Januari 2019 - Agustus 2019 belum menjadi pendapatan Pak Abi karena manfaat jasa kontrak tersebut belum dirasakan oleh si calon penyewa tersebut. Jadi, tidak boleh diakui sebagai pendapatan oleh Pak Abi, tetapi haruslah diakui sebagai PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA atau disebut dengan utang pendapatan. 

Itulah pengertian dan contoh pendapatan diterima dimuka. Dalam laporan keuangan, pendapatan diterima dimuka termasuk dalam utang jangka pendek, karena pendapatan diterima dimuka sifatnya adalah utang (jasa) kepada pelanggan. 

JURNAL AKUNTANSI PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA 

Pendapatan diterima dimuka harus dibuat jurnal umum dan jurnal penyesuaian oleh perusahaan, untuk mencatat transaksi pendapatan diterima dimuka dalam laporan keuangan. Jurnal penyesuaian pendapatan diterima dimuka dicatat dengan dua cara yaitu: dicatat sebagai utang (pendekatan neraca) atau dicatat sebagai pendapatan (pendekatan laba rugi). Perusahaan bebas memilih untuk menggunakan pendekatan neraca atau pendekatan laba rugi. 

CONTOH SOAL DAN JURNAL PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA

PT Abadi Jaya menyewakan gedung kantor kepada pelanggan untuk jangka waktu satu tahun terhitung sejak 1 Juli 2019 hingga 30 Juni 2019. Tarif sewa ditentukan sebesar Rp15.000.000. PT Abadi Jaya sudah menerima uang dari pelanggan untuk sewa selama 1 tahun. 

Pertanyaan: Catatlah pendapatan diterima dimuka PT Abadi Jaya untuk tahun 2019. 

PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA DENGAN PENDEKATAN NERACA 

Pada pendekatan neraca, pendapatan diterima dimuka akan dicatat sebagai utang pada jurnal umum. Sehingga pada tanggal 1 Juli 2019, penerimaan pendapatan dari pelanggan akan dicatat di jurnal umum sebagai berikut: 

(D) Kas ..................................... Rp15.000.000                                                 
(K)      Pendapatan sewa diterima dimuka (utang pendapatan) ........ Rp15.000.000

Perusahaan mencatat kas di debet karena perusahaan menerima uang dari pendapatan sewa kontrak selama 1 tahun. Sedangkan utang pendapatan / sewa diterima dimuka dicatat sebagai kredit karena telah terjadi transaksi utang pendapatan. 

Jurnal Penyesuaian untuk pendapatan diterima dimuka (pendekatan neraca)

Setelah membuat jurnal umum untuk mengakui penerimaan kas dan pendapatan sewa diterima dimuka, perusahaan perlu membuat jurnal penyesuaian. Jurnal penyesuaian biasanya dibuat pada akhir periode akuntansi, yaitu pada 31 Desember. Oleh karena itu, pada contoh ini kita akan menyusun jurnal penyesuaian untuk per 31 Desember 2019.

Jurnal penyesuaian perlu dibuat karena saldo pendapatan diterima dimuka hingga akhir periode (31 Desember 2019) adalah sebesar Rp7.500.000, namun perusahaan sudah mencatatnya ketika terjadi transaksi sebesar Rp15.000.000. 

Anda mungkin bertanya-tanya: Kenapa kok saldo 31 Desember 2019 Rp7.500.000? Hal ini karena manfaat sewa yang dirasakan oleh pelanggan selama tahun 2019, baru berjalan selama 6 bulan (1 Juli 2019 - 31 Desember 2019). Jadi hingga 31 Desember 2019, seharusnya pendapatan diterima dimuka yang diakui perusahaan adalah: 6/12 * 15.000.000. 

Karena seperti yang saya jelaskan tadi, pendapatan diterima dimuka yang diakui adalah sebesar yang jasanya sudah diterima oleh pelanggan. Dalan hal ini, kalau sampai 31 Desember 2019, maka jasa yang sudah diterima / yang sudah diberikan pada pelanggan adalah sebesar Rp7.500.000.

Artinya, yang menjadi utang pendapatan untuk periode selanjutnya adalah Rp7.500.000, karena saldo sebesar Rp7.500.000 telah diakui sebagai pendapatan, yaitu pada periode 1 Juli 2019 - 31 Desember 2019.

Maka, jurnal penyesuaian perlu dibuat agar saldo perusahaan mencerminkan saldo yang sebenarnya, yaitu Rp7.500.000 (utang pendapatan) dan Rp7.500.000 (pendapatan sewa). Sehingga, jurnal penyesuaian 31 Desember 2019dengan pendekatan neraca adalah sebagai berikut: 

(D) Pendapatan sewa diterima dimuka ......... Rp7.500.000
(K)      Pendapatan sewa ................................................. Rp7.500.000

PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA DENGAN PENDEKATAN LABA RUGI 

Jika menggunakan pendekatan laba rugi, maka ketika tanggal 1 Juli 2019 saat perusahaan menerima uang sewa dari pelanggan, jurnal umum diakui sebagai pendapatan sewa. Jurnal umum yang dibuat adalah sebagai berikut: 

(D) Kas ................................. Rp15.000.000
(K)       Pendapatan Sewa ........................... Rp15.000.000

Dalam hal ini, terjadi penambahan kas, sehingga kas didebet. Dan terjadi penambahan pendapatan sewa. 

Jurnal Penyesuaian untuk pendapatan diterima dimuka (pendekatan neraca)

Jurnal penyesuaian perlu dicatat karena pendpatan sewa yang bisa diakui sebagai pendapatan sampai akhir periode 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp7.500.000. Sedangkan perusahaan sudah mencatat dalam jurnal umum ketika terjadi transaksi sebesar Rp15.000.000. 

Yang dapat diakui sebagai pendapatan perusahaan adalah Rp7.500.000. Sedangkan Rp7.500.000 sisanya masih merupakan utang pendapatan untuk periode tahun berikutnya, karena manfaat jasa sewa yang dirasakan pelanggan sisanya baru akan dirasakan kemudian. 

Jadi, jurnal penyesuaian perlu dibuat agar saldo pendapatan sewa mencerminkan saldo yang sebenarnya per 31 Desember 2019 yaitu sebesar Rp7.500.000. Dan saldo pendapatan sewa diterima dimuka sebesar Rp7.500.000. Jurnal penyesuaian dengan pendekatan laba rugi adalah sebagai berikut:

(D) Pendapatan sewa ........................................... Rp7.500.000
(K)      Pendapatan sewa diterima dimuka ........................ Rp7.500.000

Itulah pengertian pendapatan diterima dimuka dan akuntansi serta jurnal penyesuaian pendapatan diterima dimuka. 


Selain sebagai media informasi tentang analisis ilmu ekonomi, pembelajaran akuntansi, dan berita ekonomi di indonesia, AdiGunawan.NET juga memberikan berbagai panduan memulai bisnis saham, mungkin Anda tertarik untuk mulai perdagangan saham atau investasi saham, selengkapnya silahkan buka daftar isi panduan saham dibawah ini :


Keyword : Ahli Ekonomi, Akuntansi Dasar,

Untuk mendapat notifikasi artikel terbaru, masukkan e-mail anda disini :

Selanjutnya cek e-mail untuk verifikasi.
Tuliskan komentar anda dibawah ini.

Kategori Terpopuler

Artikel Terpopuler


Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar
Tanggapan dan Saran