Pengertian Pasar Oligopsoni, Ciri-ciri Beserta Contohnya

Pengertian Pasar Oligopsoni, Ciri-ciri Beserta Contohnya

Pada kesempatan ini Ekonomi akan mengulas tentang "" dengan judul artikel "Pengertian Pasar Oligopsoni, Ciri-ciri Beserta Contohnya".

Tag :

Artikel Terkait Informasi Ilmu Ekonomi Terbaru & Terlengkap

SmartPeople.ID - Jangan lupa membaca artikel sebelumnya, Anda bisa menemukan berbagai rekomendasi bisnis terbaik sesuai karakteristik dan hobi Anda di halaman > Rekomendasi Bisnis Terbaik dan Terlengkap.

Salah satu bentuk pasar persaingan tidak sempurna yang sering kita jumpai adalah PASAR OLIGOPSONI. Di pos ini kita akan membahas tentang pengertian pasar oligopson, ciri-ciri beserta contoh pasar oligopsoni. Oligopsoni memiliki perbedaan dengan pasar monopsoni. Baca juga: Pengertian Pasar Monopsoni, Contoh dan Ciri-Cirinya.

Pasar oligopsoni adalah pasar dengan banyak penjual, namun hanya ada beberapa pembeli saja. Contoh pasar oligopsoni adalah pasar wortel. Para petani wortel dapat menjual wortel ke beberapa pedagang (pembeli) di daerahnya, untuk kemudian dijual lagi ke kota. Disini kita bisa melihat bahwa hanya ada beberapa pembeli, tetapi para petani wortel ada banyak jumlahnya. 

Contoh konkrit pasar oligopsoni lainnya adalah usaha konstruksi bangunan. Usaha konstruksi bangunan ada banyak, namun hanya ada beberapa pelanggan yang ingin menggunakan jasa konstruksinya berdasarkan pesanan yang telah disepakati. 

Jasa konstruksi bangunan - Contoh pasar oligopsoni\

CIRI-CIRI PASAR OLIGOPSONI 

1. Terdapat beberapa pembeli dan banyak penjual  

2. Pembeli umumnya bukan konsumen, tetapi distributor 

Pada umumnya, pembeli bukan bertindak sebagai konsumen yang langsung menggunakan produk tersebut. Tetapi pembeli akan mengolah dan menjual kembali barang yang dibeli dari penjual ke kota-kota / ke tempat lainnya. Dengan kata lain, pembeli disini bertindak sebagai distributor. 

3. Harga yang diperdagangkan biasanya adalah bahan baku, untuk kemudian diolah kembali dan dijual lagi. 

Mengapa demikian? Karena para distributor ini nantinya akan mengolah kembali bahan baku tersebut dan disempurnakan lagi untuk dijual lagi kepada konsumen. Dengan cara tersebut, distributor akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar, dibandingkan jika mereka harus menjual barang jadi langsung. 

4. Harga cenderung stabil

Harga barang di pasar oligopsoni akan cenderung lebih stabil. Kenaikan dan penurunannya tidak akan terlalu ekstrem. Hal ini karena pembeli dan penjual sama2 memiliki ketergantungan terhadap produk tersebut. Pada saat penjual menaikkan harga, pembeli akan beralih ke produsen lain. Sehingga, pembeli dan penjual akan ada kesepakatan dan tawar menawar yang membuat harga akan lebih stabil. 

5. Produk hanya beberapa macam 

Ciri-ciri pasar oligopsoni adalah produk yang diperdagangkan tidaklah terlalu beragam (hanya beberapa macam saja), namun lebih menyesuaikan dengan potensi yang ada di daerah tersebut. Sebagai contoh, jika di masyarakat sekitar banyak didominasi oleh potensi tanaman wortel, maka pasar oligopsoni yang ada di daerah tersebut yang dijual adalah wortel. 

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PASAR OLIGOPSONI

Kelebihan pasar oligopsoni: 

1. Hak penjual lebih dilindungi 

Di pasar ini, hak penjual lebih dilindungi dibandingkan di pasar monopsoni, karena penjual bisa berpindah pada pembeli lain apabila penjual merasa dirugikan dalam hal perjanjian jual beli. Hal ini dikarenakan di pasar oligopsoni, tidak hanya terdapat satu pembeli seperti hanya pasar monopsoni, tetapi ada beberapa pembeli. 

2. Pembeli tidak bisa seenaknya mengatur harga 

Pembeli tidak bisa menekan penjual untuk menetapkan harga yang sangat murah yang berpotensi merugikan penjual, karena terdapat saingan dari pembeli lain. 

Kekurangan pasar oligopsoni: 

1. Kualitas produk kurang baik 

Di pasar ini, penjual masih mungkin untuk menjual produknya ke pembeli lain, sehingga penjual bisa jadi kurang optimal dalam menjaga kualitas produknya. Hal ini berbeda dengan pasar monopsoni, di mana hanya ada satu pembeli sehingga penjual harus menjaga kualitas produknya agar bisa melakukan efisiensi dengan produk yang baik. 

2 Potensi terjadinya manipulasi harga 

Beberapa pembeli yang melakukan kerja sama untuk memainkan harga, bisa berpotensi menjadi pasar monopsoni yang akan merugikan penjual. 

3. Menurunnya kreativitas 

Dikarenakan adanya beberapa pembeli, penjual akan berfokus hanya pada produksi sebanyak mungkin. Hal ini menyebabkan turunnya kreativitas dan inovasi.  

Itulah penjelasan tentang pasar oligopsoni, ciri-ciri dan contoh pasar oligopsoni di pasar Indonesia. Semoga bermanfaat untuk anda. 


Selain sebagai media informasi tentang analisis ilmu ekonomi, pembelajaran akuntansi, dan berita ekonomi di indonesia, AdiGunawan.NET juga memberikan berbagai panduan memulai bisnis saham, mungkin Anda tertarik untuk mulai perdagangan saham atau investasi saham, selengkapnya silahkan buka daftar isi panduan saham dibawah ini :


Keyword : Ilmu Ekonomi,

Untuk mendapat notifikasi artikel terbaru, masukkan e-mail anda disini :

Selanjutnya cek e-mail untuk verifikasi.
Tuliskan komentar anda dibawah ini.

Kategori Terpopuler

Artikel Terpopuler


Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar
Tanggapan dan Saran